Minggu, 18 September 2011

KESALAHAN SENIOR DALAM BERPANDANGAN ORGANISASI BERPENGARUH NEGATIVE BESAR KEPADA KEMAJUAN JUNIOR BILA TIDAK DISADARI SEDARI DINI!!!


Oval: ingin melakukan perubahan untuk melakukan sesuatu TERHALANG hanya karena embel-embel segala [erubahan yang dilakukan harus berdasarkan Peraturan Organisasi yang sudah ditetapkan dan diterapkan sedari duluGlobalisasi masa kini membawa banyak kemajuan, tidak hanya dalam bidang technology , kemajuan juga dapat ditemukan dalam mind-set para pemuda masa kini, dari sisi positive hingga sisi negative. Membicarakan hal-hal yang negative tidak akan menemukan penyelesaian dari ujung pembicaraan tersebut tanpa adanya rasa kesadaran untuk merubah hal negative itu, maka oleh sebab itu kali ini saya akan mengajak anda para readingculus untuk membicarakan hal-hal yang positive saja dari dampak globalisasi ini terutama dalam bidang Organisasi.



Namun bagaimana jika hal-hal yang selama ini kita anggap positif ternyata tanpa kita sadari akan mengakibatkan dampak negative dalam hal positif itu ?. Memang terdengar tidak masuk akal ya ? “Sesuatu yang dinilai postif bagi pemikiran kita saat ini belum tentu bernilai sama di kemudian hari”. Jawabannya adalah YA!, mengapa hal itu bias terjadi ? sebenarnya hal ini adalah sesuatu yang wajar, setiap hari seseorang akan mengalami perubahan baik secara psikis ataupun fisik dalam cara berpikir atau beradaptasi dengan suatu hal, begitu juga kehidupan yang selalu membutuhkan perubahan dari baiak menjadi lebih baik lagi, kalau kita bersikeras mempertahankan metode-metode lama kita untuk mengarungi persaingan di kehidupan maka kita akan tersaingi oleh lawan lain kita dalam berorganisai. Akan terlahir bibit yang lebih unggul, mengerti cara berorganisasi lebih baik disbanding organisasi kita dan lebih banyak menarik minat dan perhatian para aktivis untuk bersinergi didalamnya disbanding di organisasi kita. Masalah ini tidak dapat disepelekan mengapa ? Organisasi tanpa anggota tidak akan berarti. Lalu bagaimana caranya menarik kembali minat para aktivis itu supaya tidak menganggap remeh organisasi kita ? Caranya ya jangan mau diremehkan , buktikan kalau Organisasi yang dipimpin adalah organisaisi yang patut diperhitungkan, sempurnakan segala hal yang tidak sempurna sekalipun hal itu adalah hal yang sangat sepele!. Namun bagaimana bila kesempurnaan yang akan kita buat itu terhalang? Atau ketika junior kita mengetahui sesuatu yang salah dan ingin melakukan perubahan untuk melakukan sesuatu TERHALANG hanya karena embel-embel segala [erubahan yang dilakukan harus berdasarkan Peraturan Organisasi yang sudah ditetapkan dan diterapkan sedari dulu ! MEWAKILI DIRI SAYA SENDRI SAYA MENGANGGAP HAL ITU SEPERTI SUATU HAL YANG SANGAT KONYOL !!! . Tidak akan maju suatu organisasi bila seniornya berpikiran seperti itu, kalau begitu mengapa membuat peraturan seperti itu? Apakah tidak ada yang berpikir hingga kedepan ketika membuat peraturan seperti itu? HIDUP ITU BERPUTAR KAWAN, BUDAYA SAJA SELALU MENYESUAIKAN DIRI DENGAN PERKEMBANGAN ZAMAN SUPAYA DAPAT DITERIMA DALAM PERKEMBANGAN ZAMAN. Lalu solusinya apa? Jangan seperti masyarakat bodoh lahh DPR saja yang lembaga tinggi Negara melakuan revisi perundang-undangan supaya bisa bersosialisasi dengan era masa kini, masa’ kita yang masih organisasi tidak bisa melakukan hal serupa? TOH!! Peraturan yang kita buat itu bukan hukum alam yang tidak dapat dirubah kann?!!. Lakukanlah sebuah revisi, tapi jangan mengatas namakan revisi untuk menghambat kemajuan atau perubahan yang akan dilakukan. Biarkan saja kemajuan itu tetap berlangsung dan lakukan revisi setelah kemajuan itu sukses terencana supaya perubahan itu juga bisa di absahkan dalam organisasi yang kita naungi.
Folded Corner: Bila ingin melakukan perubahan lakukanlah dengan memberi alasan yang sesuai dengan perubahan yang dilakukan dan dapat diterima dengan pemikiran yang logis dan hati nurani yang bijak.
Jangan keras kepala!! Untuk kita yang sudah senior, jangan merasa tersinggung dengan perubahan yang dibuat oleh junior kita, mereka juga tidak ada maksud untuk melangkahi kita sebagai senior, yang mereka inginkan hanyalah perubahan yang lebih baik lagi. Bila kita tetap merasa benar atas apa yang kita lakukan (mencegah perubahan atas embel-embel pearaturan sedari dulu x(..) maka kita adalah senior yang bodoh !! Bila saya menjadi junior maka saya akan bertanya bila mendapati senior seperti ini “Lantas kerjaan kakak selama ini apa saja? Kenapa bikin peraturan yang nggak bisa menyesuaikan dengan zaman kedepan? Apa kakak kakak yang terhormat dan pintar ini tidak mengerti apa yang dimaksud Revisi? DPR saja mengerti kok? Kakak nggak pernah nonton tv atau baca buku UUD yah?”. AUUWWW!!! Sakit hati tidak bila ada junior berbicara seperti itu kepada kita, senior yang sudah lebig berpengalaman darinya? Pasti sakit! Tapi itu karena ulah kita sendiri, INGAT !!! SENIOR LEBIH BERPENGALAMAN DIBANDING JUNIOR TAPI JUNIOR LEBIH BERPIKIRAN KRITIS DIBANDING SENIOR. Memang belum jadi hokum alam, tapi realitanya saja memang itu yang terjadi.

Namun hal ini juga tidak boleh membuat junior manjadi sosok yang tidak menghormati seniornya, bila senior melakukan kesalahan sudah saatnya kita menegurnya dengan baik-baik perlahan tanpa menyudutkan si senior, seolaha si senior telah melakuan suatu kesalahan yang besar karena kebodohannya !. biar bagaimanapun dialah yang telah membesarkan organisasi yang kita nanungi sedari organisasi kita itu masih kecil. Bila ingin melakukan perubahan lakukanlah dengan memberi alasan yang sesuai dengan perubahan yang dilakukan dan dapat diterima dengan pemikiran yang logis dan hati nurani yang bijak. Jangan seenaknya melakukan perubahan tanpa sepengetahuan senior kita yang lebih berpengalaman dibanding diri kita. Bila perubahan yang kita lakukan sudah benar namun ditolak karena tidak sesuai dengan peraturan yang ada sedari dulu, berikanlah jaminan perubahan revisi peraturan (bahwa kita akan bertanggung jawab akan merubah revisi yang ada supaya perubahan yang kita lakukan itu dapat di-sahkan). JANGAN LANGSUNG PASRAH TERHADAP PENOLAKAN SENIOR!! Beri pengertian terhadap senior dengan cara yang baik, bila revisi-pun ditolak, yasudah apa boleh buat? Biarkan saja senior yang terus berkecimpung di organisasi kita sekalipun sudah lapuk kursi jabatannya. Atau biarkan ia yang bertanggung jawab apabila terjadi kesalahan yang harus dipertanggung jawabkan yang berkaitan dengan tidak adanya perubahan yang lebih baik yang seharusnya terjadi.
Inti dari article ini adalah harus ada pengertian satu sama lain antara Junior dan Senior supaya terjalin komunikasi yang baik dan tercipta kemajuan dalam organisasi yang diurus bersama yang dapat memberikan nilai yang patut diperhitungkan dalam Globalisasi masa kini. Sekian tanpa kelebihan dan dengan segala kekurangan saya berterima kasih dan mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan presepsi ..
[30/5]

Tidak ada komentar: