Rabu, 02 Februari 2011
Facebook ?
Facebook, Mark Zuckerberg, diberitakan mengumumkan bahwa Facebook akan ditutup pada bulan Maret. "Facebook telah di luar kendali," kata Zuckerberg dalam konferensi pers di luar kantornya Palo Alto, "dan stres pengelolaan perusahaan ini telah menghancurkan hidupku. Aku harus mengakhiri semua kegilaan ini. "
Zuckerberg terus menjelaskan bahwa mulai 15 Maret, pengguna tidak akan dapat lagi mengakses account Facebook.
"Setelah 15 Maret seluruh website akan ditutup," kata Avrat Humarthi, Wakil Presiden Teknik Facebook. "Jadi, jika anda ingin melihat gambar Anda lagi, saya sarankan Anda mengambil mereka dari internet. Anda tidak akan bisa mendapatkan mereka kembali setelah penutupan."
Zuckerberg mengatakan bahwa keputusan untuk menutup agak sulit, tapi dia tidak berpikir orang akan marah. "Saya pribadi tidak berpikir itu merupakan masalah besar," katanya.
Namun benarkah berita itu?
TIDAK, Facebook menyangkalnya dalam situs mereka. Rumors itu, kata mereka, mulai beredar pada Ahad, dimulai dari berita karangan di sebuah situs online satir. Pada hari yang sama, situs itu juga membuat berita "heboh" lain: Alien akan menyarang pada 2011, Michelle Obama hamil lagi, dan Goerge Clooney akan mencalonkan diri sebagai presiden.
'Kami tidak mendapatkan memo tentang rencana penutupan atau apapun, jadi kita akan tetap bekerja diri seperti biasa. Kami tidak ke mana-mana, kami baru saja mulai," demikian pernyataan mereka.
***
Aha! Rupanya manusia sudah “terjajah” oleh face book( FB ) ketika terdengan kabar bahwa FB akan di tutup membuat orang-orang menjadi gerah, resah, bahkan ada yang sampai paranoid, ketakutan yang tak beralasan. Aneh memang, sebuah sarana jaringan sosial telah “membius” manusia hingga berjuta-juta manusia terjaring di dalamnya, sampai-sampai ada yang ajaib, ada yang chating di kantor dengan teman di sebelah tempat duduknya. Mereka tidak bicara, hanya jari-jarinya tat tut tat tut di kyboard laptop atau komputer, sambil terkadang cekikikan tak karuan.
Aneh memang dengan FB, orang bisa berjam-jam chating dengan orang di seberang “sana” padahal riilnya, hanya tetangga rumah, teman kantor sebelah kamar atau bahkan teman seruangan, yang uniknya lagi chating dengan teman disebelah tempat duduk! Gila, manusia benar sudah dibuat tergila-gila dengan FB, apa lagi sarananya ditambah dengan Blackbery. Bila chating dengan orang di”sana” lintas daerah, lintas kota atau negara bisa dimaklumi, selain menjaga silaturahmi, juga menambah persaudaraan di dunia maya.
Tapi bila yang terjadi, dengan orang-orang diseberang “sana” begitu akrab, eh dengan orang orang yang riil di seberang “sini” saling bermusuhan, saling tidak menyapa, saling diam, sibuk dengan orang-orang yang ada di”sana”, maka yang terjadi sosilisasi masyarakat menjadi “terganggu” semuanya akhirnya diam seribu bahasa. Bila ini terus berlanjut, manusia-manusia bisa-bisa bukan lagi makhluk sosial, tapi menjurus kepada makhluk yang begitu egoist, yang tak peduli lagi dengan orang sekelilingnya, mereka asik dengan dirinya sendiri.
Maka tidak heran ketika ada berita FB akan ditutup, banyak orang yang resah, aneh. Dulu tak ada FB, orang biasa saja, mestinya bila FB tak ada lagi, ya biasa saja. Loh kenapa pada resah? Itu makanya saya sebut diatas, manusia berjuta-juta orang sudah “dijajah” oleh FB, jutaan dollar, bahkan milyaran dollar ditenggelamkan dengan jaringan ini. Bahkan yang sudah tergila-gila FB, lebih baik tak makan dari pada sehari tidak membuka FB. Dampak lainnya, yaitu tadi, manusia menjadi “diikat” oleh FB, bahkan ada yang menyebut “Jamaah FB” Lahirlah agama baru bernama FB!
FB tetap netral, positif dan negatifnya tergantung pada penggunanya. Namun kalau FB di tutup, banyak yang merasa dirugikan, karena FB sudah menjadi ladang yang sangat menguntungkan bagi pemiliknya juga penggunanya. Siapapun pemiliknya hanya tinggal berkipas-kipas sekarang dan karena yang menggunakan sudah jutaan orang diseluruh penjuru dunia, maka siapapun pemiliknya tak akan menutup FB, kecuali bangkrut! Namun rasanya tak akan bangkrut, kalau “Jamaah FB” terus menerus chating dan mengupload foto-foto atau tulisan mereka.
Sekarang kalau di tanya, siapa yang setuju FB ditutup? Dengan pertanyaan yang sama, siapa yang setuju Kompasiana ditutup? Saya yakin 99,99999 % banyak yang tak setuju bila FB atau kompasiana ditutup. Bukankah FB dan Kompasiana dulunya tak ada? Kalau pakai analogi, dulu saat lahir kita tak punya apa-apa, ketika matipun kita tak bawa apa-apa, lalu mengapa hanya karena FB dan Kompasiana pada resah bila ditutup? Nah benarkan manusia telah “dijajah” oleh FB? Jangan-jangan juga”dijajah” oleh kompasiana?
Mengapa saya sebut “dijajah?” Ya itu tadi, rasanya kalau tidak buka FB atau kompasiana dalam satu hari, ada sesuatu yang hilang. Jangan-jangan manusia lebih ingat FB, ketimbang Tuhannya! Jadi sudah tak imbang, hubungan dengan Tuhannya lupa, hubungang dengan manusianya di dunia maya berlebihan. Ya tunggu aja kehancurannya dan Tuhan punya cara sendiri untuk mengingatkan hambaNya yang lupa kepadaNya. Lagi pula kalau FB ditutup kan tidak kiamat! Bahkan bisa jadi membawa hikmah bagi yang kreatif, bahkan mungkin penggemar kompasiana makin banyak, atau anda membuat sesuatu yang melibihi FB, mengapa tidak? Tapi ingat, jangan lupakan Tuhan!
sumber :
http://teknologi.kompasiana.com/
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar