Rabu, 02 Februari 2011

KRISIS mesir berpengaruh pada minyak dunia



Minyak mentah Brent naik Selasa, berada di atas 101 dolar AS per barel di tengah kekhawatiran bahwa memburuknya situasi di Mesir dapat menghambat pasokan minyak mentah yang dialirkan melalui jalur strategis Terusan Suez, kata analis.

Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret naik 38 sen ke posisi 101,39 dolar per barel satu hari setelah ke tingkat 101,73 dolar--yang merupakan harga tertinggi sejak 29 September 2008.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet penyerahan Maret turun 81 sen menjadi 91,38 dolar per barel.
Harga minyak mentah Brent sementara menembus psychologis 100 dolar per barel pada Selasa untuk pertama kalinya sejak krisis ekonomi 2008, terkait memuncaknya protes di Mesir yang mendesak Presiden Hosni Mubarak turun.

Mesir meski bukan merupakan salah satu produsen minyak terkemuka, tetapi merupakan lokasi dari Terusan Suez yang sangat penting untuk mengalirkan 2,4 juta barel minyak per hari, setara dengan produksi minyak Irak atau Brazil.

Pada perdagangan hari sebelumnya di bursa London, harga minyak ICE Brent untuk kontrak Maret ditutup naik 1,59 dolar per barel ke posisi 101,73 dolar per barel. Sementara minyak WTI light sweet di pasar New York untuk pengiriman Maret naik hingga 2,85 dolar menjadi 93,19 dolar per barel.

"Untuk Brent, kami masih dapat melihat kecenderungan naik lagi...jika ketegangan masih terus berlanjut. Hal itu akan terus memberikan dorongan terhadap harga minyak," kata Ong Yi Ling, analis investasi pada Phillip Futures di Singapura.

Namun kenaikan tajam di pasar minyak pada akhirnya akan terhalang oleh "banyak pihak yang mengkhawatirkan bahwa harga yang tinggi mungkin menjadi suatu ancaman untuk pemulihan kembali ekonomi," kata Ong.

Sementara itu para investor mengkhawatirkan bahwa berbagai demonstrasi serupa --yang juga terjadi di Tunisia, Yaman dan Yordania--dapat merebak di berbagai tempat di Timur Tengah yang kaya minyak.

Beberapa analis Barclyas Capital mengatakan dalam sebuah laporan bahwa "kemungkinan untuk penutupan Suez Canal sangatlah tidak mungkin pada saat ini."

sumber : antara

Tidak ada komentar: