Selasa, 17 Juli 2012

Benteng Sembilan

Benteng Sembilan


Silsilah bangunan ‘benteng sembilan’ yang berada di Rw. 05 Kelurahan Terate, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, selama ini tak pernah terpublikasikan. Padahal, bangunan itu dibuat oleh Pemerintah Belanda yang menjajah Indonesia pada tahun 1947, Belanda mengira perang berlanjut karena situasi Indonesia belum menentu.”Dari surat pengesahan pembangunannya tertulis tanggal 24 Januari 1947″.
Surat pengesahan pembangunan itu ditandatangani oleh AB Dimaar, tentara Zeni Belanda pada masa itu. Dalam surat tersebut dikatakan juga bahwa bangunan tersebut adalah Ammonitie Opslagplaaps atau gudang amunisi.
Dari catatan UPT Kota Tua, tembok yang membentengi ke sembilan gudang itu memiliki panjang garis bawah trapesium 220 meter, lebar sisi miring 80 meter dan panjang garis atas 150 meter. “Jadi luas lahan komplek depo amunisi yang dibentengi itu sekitar 1 hektar”. Saat ini, sembilan bangunan gudang amunisi yang dikenal dengan benteng sembilan itu berada di lahan yang kosong di belakang pabrik baja. Bangunan berada di lahan yang tak terurus dan dipenuhi pepohonan liar dan rawa-rawa. Kondisi bangunan tampak terbengkalai dan suram. Beberapa diantaranya tertutupi semak belukar.
Sembilan bangunan masih tampak kokoh. Bentuk masing-masing bangunan nyaris sama, dengan ketebalan dinding sekitar satu meter. Setiap gudang berbentuk kotak kokoh engan dinding penghalang berbentuk persegi curam di sebelah kanan yang memiliki panjang dan lebar 7 meter dan tinggi sekitar 3 meter. Setiap gudang memiliki satu pintu selebar satu meter dengan tinggi 2.5 meter di bagian depan sebelah kanan. Ada juga satu jendela di sisi kiri setiap gudang yang diduga sebagai tempat memantau.


(Sumber : http://galerypelaut.wordpress.com/2011/08/26/benteng-sembilan-2/ )

Tidak ada komentar: