Benteng Sembilan
Silsilah bangunan ‘benteng sembilan’ yang berada di Rw. 05 Kelurahan
Terate, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, selama ini tak pernah
terpublikasikan. Padahal, bangunan itu dibuat oleh Pemerintah Belanda
yang menjajah Indonesia pada tahun 1947, Belanda mengira perang
berlanjut karena situasi Indonesia belum menentu.”Dari surat pengesahan
pembangunannya tertulis tanggal 24 Januari 1947″.
Surat pengesahan pembangunan itu ditandatangani oleh AB Dimaar,
tentara Zeni Belanda pada masa itu. Dalam surat tersebut dikatakan juga
bahwa bangunan tersebut adalah Ammonitie Opslagplaaps atau gudang amunisi.
Dari catatan UPT Kota Tua, tembok yang membentengi ke sembilan gudang
itu memiliki panjang garis bawah trapesium 220 meter, lebar sisi miring
80 meter dan panjang garis atas 150 meter. “Jadi luas lahan komplek
depo amunisi yang dibentengi itu sekitar 1 hektar”. Saat ini, sembilan
bangunan gudang amunisi yang dikenal dengan benteng sembilan itu berada
di lahan yang kosong di belakang pabrik baja. Bangunan berada di lahan
yang tak terurus dan dipenuhi pepohonan liar dan rawa-rawa. Kondisi
bangunan tampak terbengkalai dan suram. Beberapa diantaranya tertutupi
semak belukar.
Sembilan bangunan masih tampak kokoh. Bentuk masing-masing bangunan
nyaris sama, dengan ketebalan dinding sekitar satu meter. Setiap gudang
berbentuk kotak kokoh engan dinding penghalang berbentuk persegi curam
di sebelah kanan yang memiliki panjang dan lebar 7 meter dan tinggi
sekitar 3 meter. Setiap gudang memiliki satu pintu selebar satu meter
dengan tinggi 2.5 meter di bagian depan sebelah kanan. Ada juga satu
jendela di sisi kiri setiap gudang yang diduga sebagai tempat memantau.
(Sumber : http://galerypelaut.wordpress.com/2011/08/26/benteng-sembilan-2/ )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar