Becak di Batavia
Becak di Jakarta tinggal nama. Sejak 1980-an becak dilarang
beroperasi di Ibukota karena dianggap sebagai biang kemacetan lalu
lintas. Bahkan dipandang tidak manusiawi lantaran ‘mengeksploitasi
manusia’. Kata becak berasal dari dialek Hokkian, salah satu rumpun
bahasa Cina, be chia yang berarti kereta kuda. Diperkirakan
becak yang mula-mula di ciptakan orang Jepang sekitar tahun 1865. Waktu
itu becak belum dikayuh, tetapi ditarik atau didorong oleh tenaga
manusia. Lambat laun popularitas becak menyeberang ke daratan Cina.
Selanjutnya para imigran Cina membawa alat transportasi ini ke
negara-negara seperti India dan Singapura.
Awalnya pemerintah kolonial Belanda merasa senang dengan transportasi
baru ini. Jumlah becak meningkat pesat ketika Jepang datang ke
Indonesia pada 1942. Kontrol Jepang yang sangat ketat terhadap
penggunaan bensin dan larangan kepemilikan kendaraan bermotor pribadi
menjadikan becak sebagai satu-satunya alternatif terbaik moda
transportasi di kota Jakarta. Pascaperang, ketika jalur dan moda
transportasi kian berkembang, becak tetap bertahan. Bahkan, menjadi
transprotasi yang menyebar hampir di seluruh Indonesia. Pada pertengahan
hingga akhr 1950-an terdapat 25.000 hingga 30.000 becak di Jakarta.
Jumlah becak membengkak hingga lima kali lipat pada 1970-an.
(Sumber : http://galerypelaut.wordpress.com/2011/08/26/becak-di-batavia/ )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar