Selasa, 17 Juli 2012

Becak di Batavia

Becak di Batavia 
Becak di Jakarta tinggal nama. Sejak 1980-an becak dilarang beroperasi di Ibukota karena dianggap sebagai biang kemacetan lalu lintas. Bahkan dipandang tidak manusiawi lantaran ‘mengeksploitasi manusia’. Kata becak berasal dari dialek Hokkian, salah satu rumpun bahasa Cina, be chia yang berarti kereta kuda. Diperkirakan becak yang mula-mula di ciptakan orang Jepang sekitar tahun 1865. Waktu itu becak belum dikayuh, tetapi ditarik atau didorong oleh tenaga manusia. Lambat laun popularitas becak menyeberang ke daratan Cina. Selanjutnya para imigran Cina membawa alat transportasi ini ke negara-negara seperti India dan Singapura.
Awalnya pemerintah kolonial Belanda merasa senang dengan transportasi baru ini. Jumlah becak meningkat pesat ketika Jepang datang ke Indonesia pada 1942. Kontrol Jepang yang sangat ketat terhadap penggunaan bensin dan larangan kepemilikan kendaraan bermotor pribadi menjadikan becak sebagai satu-satunya alternatif terbaik moda transportasi di kota Jakarta. Pascaperang, ketika jalur dan moda transportasi kian berkembang, becak tetap bertahan. Bahkan, menjadi transprotasi yang menyebar hampir di seluruh Indonesia. Pada pertengahan hingga akhr 1950-an terdapat 25.000 hingga 30.000 becak di Jakarta. Jumlah becak membengkak hingga lima kali lipat pada 1970-an.


(Sumber : http://galerypelaut.wordpress.com/2011/08/26/becak-di-batavia/ )

Tidak ada komentar: